Senin, 31 Agustus 2015

Terapi tukak lambung dengan madu




Madu merupakan cairan kental yang dihasilkan oleh lebah madu dari nektar bunga. Madu memiliki banyak khasiat yang berguna bagi manusia, diantaranya adalah banyak digunakan dalam perawatan kecantikan, sebagai sumber energi, antioksidan dan dalam pengobatan banyak digunakan untuk mengobati penyakit saluran pernafasan, gangguan saluran pencernaan, sebagai antimikroba dan antiinflamasi. (Tirtawinata,2006)

Adanya perubahan gaya hidup dan perubahan pola makan di masyarakat megakibatkan semakin banyaknya ditemukan penyakit terutama yang menyerang saluran pencernaan. Salah satu penyakit yang banyak dialami oleh masyarakat adalah tukak peptik. Tukak peptik adalah luka pada lambung atau duodenum yang terjadi karena gangguan keseimbangan antara faktor agresif (asam lambung dan pepsin) dan faktor defensif mukosa (pembentukan dan sekresi mukus) (Julius,1992)

Penyebab tukak lambung yaitu karena infeksi bakteri Helicobacter pylori, efek samping penggunaan obat antiinflamasi non steroid (NSAID), stress yang berlebihan, kepekaan/rentannya mukosa gastrointestinal terhadap asam lambung dan gastrin serta kebiasaan merokok (Priyanto,2009)

Penelitian yang dilakukan oleh Sri Peni et al (2011) menyatakan bahwa madu mempunyai aktivitas antitukak lambung terhadap hewan percobaan dengan cara menginduksi hewan dengan etanol secara oral. Penelitian in vivo tersebut menunjukkan bahwa madu mempunyai aktivitas antitukak lambung dan dengan peningkatan dosis madu dapat secara bermakna menurunkan jumlah dan keparahan tukak pada lambung. Pada pemberian dosis 720 mg/200 g bb memberikan aktivitas antitukak yang baik yaitu sebesar 73,78%. Hal ini kemungkinan disebabkan Madu memiliki efek osmotik. Pada dasarnya madu merupakan campuran dari monosakarida dengan aktifitas air yang rendah, hal ini membuat madu menjadi media yang tidak bagus untuk mikroorganisme berkembang biak. Hal lain juga disebabkan karena keasaman madu berkisar antara 3,2 – 4,5 dan kondisi ini mencagah tumbuhnya bakteri. Mekanisme yang lain kemungkinan karena Hidrogen peroksida terbentuk dari pelepasan yang lambat oleh enzim glukosa oksida yang ada di dalam madu. Hidrogen peroksida ini mempunyai aktivitas sebagai antibakteri.

Pustaka

Julius, 1992, Cermin Dunia Kedokteran Patogenesis Tukak Peptik, Grup PT Kalbe Farma, Jakarta

 Priyanto, 2009, Farmakoterapi dan Terminologi Medis, Lembaga Studi dan Konsultasi Farmakologi, Jakarta

 Sri Peni, et al, Uji Aktivitas Madu Sebagai Antitukak Lambung terhadap Tikus Putih Galur Wistar, Skripsi Sarjana farmasi,UNISBA, Bandung

Suyono, 2001, Ilmu Penyakit Dalam, Jilid II, Ed II, FKUI, Jakarta

Tirtawinata, 2006, Makanan dalam perspektif Al-Quran dan Ilmu Gizi, FKUI, Jakarta

0 komentar:

Posting Komentar