Selasa, 01 September 2015

Pasak Bumi Anti Malaria


Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit bernama Plasmodium. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi parasit tersebut. Di dalam tubuh manusia, parasit Plasmodium akan berkembang biak di organ hati kemudian menginfeksi sel darah merah yang akhirnya menyebabkan penderita mengalami gejala-gejala malaria seperti demam, menggigil, ikterik dll. Bila tidak diobati maka akan semakin parah dan dapat terjadi komplikasi yang berujung pada kematian.

            Penyakit ini paling banyak terjadi di daerah tropis dan subtropis, dimana parasit Plasmodium dapat berkembang biak, begitu pula dengan vector nyamuk Anopheles. Daerah selatan Sahara di Afrika dan Papua Nugini di Oceania merupakan tempat-tempat dengan angka kejadian malaria tertinggi.

            Berdasarkan data di dunia, penyakit malaria membunuh satu anak setiap 30 detik. Sekitar 300-500 juta orang terinfeksi dan sekitar 1 juta orang meninggal karena penyakit ini setiap tahunnya. 90% kematian terjadi di Afrika terutama, terutama pada anak-anak.

            Pengobatan malaria itu sendiri tergantung kepada jenis parasit dan resistensi parasit terhadap klrorokuin (jenis obat untuk malaria). Untuk suatu serangan malaria falciparum akut dengan parasit yang resisten terhadap klorokuin, bisa diberikan kuinin atau kuinidin secara intravena. Pada malaria lainnya jarang terjadi resistensi terhadap klorokuin, karena itu biasanya diberikan klorokuin dan primakuin.

            Malaria adalah termasuk penyakit yang membahayakan dan dapat juga mematikan, oleh karena itu tindakan pencegahan menjadi hal yang sangat perlu untuk dilakukan oleh masyarakat, khususnya masyarakat daerah rawan malaria. Tindakan pencegahan bisa dimulai dari lingkungan dengan menjaga kebersihan dan mencegah perkembangan nyamuk lebih banyak, serta menjaga kesehatan dan kekebalan tubuh.

            Dari zaman dahulu, sebelum ditemukannya obat-obatan kimia untuk malaria, nenek moyang kita sudah menemukan tanaman obat/herba yang mampu mencegah malaria, herba tersebut adalah Pasak Bumi. Kandungan bahan aktif di dalam akar herba ini dapat melumpuhkan Plasmodium yang menghancurkan sel darah merah manusia. Tetapi rasanya yang pahit dan kelat Pasak Bumi dibandingkan klorokuin, sering membuat Pasak Bumi menjadi pilihan terakhir untuk mencegah dan mengobati penyakit ini. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi untuk membantu menyelesaikan masalah ini.

            Inovasi yang tidak hanya menyajikan manfaat Pasak Bumi dan herba lainnya yang dapat mencegah dan mengobati dari penyakit malaria atau yang lain, juga dapat menciptakan rasa yang dapat diterima oleh seluruh kalangan usia. Inovasi tersebut adalah Pusaka Coffee. Minuman kopi berbahan dasar beberapa herba, termasuk Pasak Bumi, yang mampu menjaga stamina dan kekebalan tubuh serta menyehatkan tubuh yang meminumnya. Untuk kasus ini, dengan meminum Pusaka Coffee, dapat membantu mencegah terjadinya malaria ataupun penyakit lainnya. Selain itu, aroma yang khas dan rasa yang enak, akan membuat Pusaka Coffee menjadi pilihan pertama untuk menjaga kesehatan tubuh.

2 komentar:

  1. ternyata bisa juga ya,
    mksh sudh memberikn informasi yg aku cari :)

    BalasHapus
  2. dimana saya bisa mendapatkan pasak bumi :)
    arikel nya membuat saya penasaran

    BalasHapus